Menu
header photo

Title

Subtitle

Tutorial Menganalisa Prediksi Dalam Pertandingan Bola

December 5, 2016

Saat menyaksikan perbandingan sepakbola pada layar sebelah hadapan kita acap disajikan kesibukan tebak skor yang dilakukan para empu. Walau memikat, saya gak percaya tebak skor adalah sesuatu yang seharusnya dikerjakan.

Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu tidak perlu dianggap serius sebab tidak ada pokok logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Eksentrik dengan menetak siapa menjimbit yang dengan menang -- atau kalau pertandingan bakal berakhir dengan seri. Menebak seperti itu regular saja dilakukan, walau pada akhirnya sepak bola itu luncai sehingga pemimpin pun kadang kala kali melenceng diprediksi. Kenapa? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan dukung beberapa tips membuat perkiraan yang masuk. Bukan berguna saya tetap benar pada memprediksi sebuah pertandingan. Pasti lah tidak, walaupun dengan terbatas berbangga (sediiiikit saja) hamba memiliki rekor kebenaran perkiraan yang sempurna tinggi: pukul rata 3 atas 4 antisipasi saya serasi kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, beta memprediksi bakal terjadi All German final di Liga Champions. Di final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang memenuhi sebuah kegiatan nonton menyerentakkan, saya meneka Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kemenangan. Sebelum tersebut saya pula meyakini jika Atletico Madrid akan menjuarai Copa Del Rey. Terakhir, saya mencari Belanda hendak mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah; bayangan bisa resmi bisa khilaf, tapi yang penting satu prediksi mutlak harus memiliki dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, satu buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, 1 buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka tempat keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak bisa diprediksi dengan 100%, makin prediksi mengenai skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi menumpuk tajam.

Aku ajak Kamu untuk menyelidiki beberapa antisipasi terakhir saya guna menceritakan beberapa pijakan penting yang saya yakin akan bernilai bagi Dikau saat menguji memprediksi perbandingan.

Di antara antisipasi yang aku sebut pada atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar gawang Atletico]. Walau demikian terdapat logika di belakang prediksi tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Media masa memberitakan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Daripada media ganjil saya mendapat kabar bahwa Ronaldo serta Mourinho pula tidak sesuai (berita mengenai hal tersebut baru terserondok di Indonesia beberapa tenggat lalu). Serupa pelatih aku paham resmi arti keragaman tim dalam dan dalam luar vak dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini disematkan faktor Falcao yang padahal on fire, yang membuat saya deging memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips prediksi 1: Pertimbangkan suasana di tim, bahkan saat satu turnamen berlangsung di mana pemain pantas terus bersama tanpa siap menghindari rekan-rekannya.

Tip perkiraan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat festival cup, kemonceran striker demikian menentukan. Ketika pertandingan persatuan kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen kru lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menjadikan, walau daya keseluruhan menyunggi juga harus dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Indonesia saya mengikuti hati nurani. Berdasar pada subjektif aku membela Nusantara tentunya. Tapi, saat menggunakan kacamata dinamakan objektivitas, aku semua tetap setuju jika Belanda suntuk di bagi Indonesia. Lalu mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia dengan bermain penuh gairah, jadi akan mampu mereduksi perbedaan kualitas. Jadi, skor tipis atau besar bisa saja diprediksi dengan sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips dugaan 3: Hindari membela sebuah tim saat membuat prediksi. Kita mahir selalu bertafakur tim tambatan hati kita menang, tapi saat membuat perkiraan tentu pikiran harus diutamakan di untuk fanatisme berkesinambungan.

Saya tersenyum saat mengatakan di satu media perihal tentang persamaan-persamaan final Permufakatan Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi juara terakhir kolam. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kemenangan Dortmund bertolak pada fakta-fakta ini. Mereka terbalik bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan memang benar adanya, namun tidak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah kelurusan hati dengan keaslian yang lain adalah salah satu tiruan dari sekian banyak orang fallacy of logic.

http://v88hot.com/id-ID/LiveCasinoOpus Tips prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan layak menjadi limbung membuat satu buah prediksi pertandingan.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan antara Dortmund vs Bayern juga dimunculkan sampai bertahun-tahun ke belakang. Karena silsilah statistik Dortmund memang impresif saat menjaga Bayern, penuh yang lantas menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di final Eropa. Sesuatu ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik prolog musim pula biar tidak bisa dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim semenjak pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips antisipasi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan antara kedua tim yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini sekadar.

Karena bayangan saya acap saya munculkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak memeras saya meneka berbagai pertandingan lainnya. Mayoritas saya abaikan atau hamba tolak dengan alasan sedikit paham mengenai kekuatan ke-2 tim. Keterangan saya ini senafas dengan tips perkiraan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi kabar dan pesiaran yang elok mengenai menjulang atau liga tersebut. Bahwa bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi tentang MU vs Chelsea. Kita mustahil menjadi pakar mengenai semua perkongsian yang tersedia. Akui sekadar.

Tips dugaan 7: Aku juga gak seharusnya meneroka setiap festival. Ada waktunya pertandingan sangat sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjimbit menurut Kamu 50-50. Lamun sudah demikian tahan ada, hindari memaksakan diri menciptakan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan antisipasi anda bakal meningkat.

Masih banyak pertimbangan lainnya yang bisa dan patut dipakai dalam memproduksi sebuah bayangan yang terhormat. Karena keterbatasan tempat saya berhenti datang di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kesahan prediksi ini. Sebuah prediksi yang terhormat, baik sahih maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada pada belakangnya.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.